KOTA BEKASI – Ruas Jalan Pangeran Jayakarta dari Jembatan Kranji hingga lampu merah Kantor PDAM menjadi lokasi penertiban kabel udara oleh Pemerintah Kota Bekasi, Selasa (13/10/2026). Panjang jalur yang ditangani di wilayah Kecamatan Medan Satria tersebut mencapai sekitar tiga kilometer.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto hadir dan melakukan pemotongan kabel menggunakan alat bantu crane. Penertiban ini menyasar jaringan kabel yang semrawut sebagai bagian dari pembenahan infrastruktur perkotaan.
Sebelumnya, pemotongan kabel udara telah dilakukan di kawasan Pasar Baru. Kegiatan di Jalan Pangeran Jayakarta menjadi kelanjutan upaya pemerintah kota untuk menata jaringan utilitas di sejumlah ruas jalan.
Tri menyampaikan bahwa pembenahan dilakukan secara bertahap. Pemerintah kota merencanakan pemindahan jaringan kabel udara ke bawah tanah melalui sistem ducting agar penempatannya lebih tertata.
“Penataan kabel udara ini kami lakukan secara bertahap. Kami ingin kabel-kabel yang selama ini terlihat semrawut dapat ditata dengan lebih baik dan diarahkan ke bawah tanah melalui sistem ducting. Dengan begitu, kawasan perkotaan bisa terlihat lebih rapi dan penataan infrastrukturnya menjadi lebih terencana,” ujar Tri.
Menurut Tri, penataan jaringan diperlukan untuk mendukung kerapian tata kota sekaligus mendorong pengelolaan utilitas yang lebih terintegrasi. Pembenahan tersebut menjadi bagian dari penyesuaian infrastruktur terhadap kebutuhan pembangunan Kota Bekasi.
Proses pemindahan kabel ke bawah tanah memerlukan koordinasi dengan penyedia jaringan dan pihak terkait. Pelaksanaannya harus memperhatikan ketentuan teknis serta kebutuhan masyarakat terhadap layanan yang menggunakan jaringan tersebut.
Karena itu, penataan mencakup pengaturan penempatan kabel dan koordinasi pengelolaan utilitas. Pemotongan kabel udara di lapangan menjadi bagian dari rangkaian pekerjaan, sedangkan pemindahan ke sistem ducting merupakan rencana pembenahan selanjutnya.
Pemerintah Kota Bekasi mendorong agar penataan jaringan dapat berlangsung secara bertahap di berbagai kawasan. Melalui proses tersebut, kabel diharapkan dapat ditempatkan secara lebih terorganisasi dan mendukung lingkungan yang tertib.
Penanganan di koridor Kranji hingga lampu merah Kantor PDAM menjadi salah satu bagian dari pembenahan itu. Pemerintah kota berharap penataan utilitas dapat memperbaiki kerapian kawasan, meningkatkan kenyamanan lingkungan perkotaan, dan mendukung perencanaan infrastruktur dengan tetap memperhatikan pelayanan kepada masyarakat.