KOTA BANDUNG – Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (FOKSI) Jawa Barat menempatkan eksebisi Porprov XV Jawa Barat 2026 sebagai bagian dari pembinaan menuju agenda nasional dan internasional. Persiapan mencakup peningkatan kemampuan atlet serta kompetensi perangkat pertandingan.
Ketua Umum Pengprov FOKSI Jabar, Uung Tanuwidjaja, mengatakan agenda Kabaddi setelah Porprov meliputi seleksi nasional SEA Games, babak kualifikasi PON pada 2027, dan PON XXII tahun 2028. Karena itu, kualitas pertandingan eksebisi perlu dipersiapkan sejak sekarang.
“Dengan pertandingan yang berkualitas, kami yakin akan melahirkan atlet-atlet serta SDM olahraga Kabaddi di Jabar yang juga berkualitas,” kata Uung di Gedung KONI Jabar, Kota Bandung, Senin (12/10/2026).
Sebagai langkah persiapan, FOKSI Jabar menyelenggarakan Pelatihan Kompetensi dan Refreshment Wasit serta Simulasi Pertandingan Kabaddi di STKIP Pasundan, Kota Cimahi, pada 10–11 Oktober 2026.
Pelatihan bertujuan memperkuat pemahaman wasit terhadap aturan permainan, penerapan regulasi, dan pengambilan keputusan. Para peserta juga mendapatkan sosialisasi pembaruan ketentuan International Kabaddi Federation (IKF).
Kegiatan tersebut melanjutkan pelatihan dan penataran wasit yang dilakukan melalui kerja sama dengan Pengurus Pusat FOKSI pada awal 2026. Materi teori kemudian diterapkan dalam simulasi sehingga para pengadil pertandingan dapat mempraktikkan pengetahuannya di lapangan.
Simulasi diikuti sekitar 150 atlet dari sejumlah pengurus cabang FOKSI kabupaten dan kota. Adapun jumlah atlet yang telah terdaftar untuk eksebisi Kabaddi Porprov XV Jabar 2026 mencapai lebih dari 200 orang.
Pertandingan persiapan dilaksanakan pada nomor national style kategori putra dan putri. Dua nomor lainnya, super five dan three star, tidak dimainkan dalam simulasi, tetapi tetap masuk dalam agenda eksebisi.
Kabaddi dijadwalkan menggelar pertandingan eksebisi di Kota Bandung pada 4–8 November 2026. Terdapat enam nomor yang akan dimainkan, terdiri atas national style, super five, dan three star untuk putra dan putri.
Uung menegaskan bahwa status eksebisi tetap memerlukan penyelenggaraan profesional. Kesempatan yang diberikan KONI Jabar harus dijawab melalui kesiapan peserta dan perangkat pertandingan.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada STKIP Pasundan, KONI Jabar, pengcab FOKSI kabupaten dan kota, serta pihak-pihak yang mendukung kegiatan tersebut. Dukungan berkelanjutan diharapkan membantu pembinaan atlet, peningkatan kualitas wasit, dan penguatan organisasi dalam menghadapi agenda kompetisi berikutnya.