ARAH BEKASI – Desainer grafis asal Kota Padang, Sumatera Barat, Fajar Novario bersama tim Auman Design Bureau berhasil memenangkan sayembara desain logo resmi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa talenta kreatif dari daerah mampu bersaing dan menghasilkan karya terbaik di tingkat nasional.
Perjalanan Auman Design Bureau menuju gelar juara bermula dari informasi pembukaan sayembara yang dibagikan melalui akun Instagram Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI). Bersama sepuluh anggota tim, Fajar memutuskan mengikuti kompetisi sebagai ajang mengasah kemampuan sekaligus menguji kualitas karya di panggung nasional.
Setelah melewati tahapan seleksi administrasi, kurasi portofolio, dan wawancara, Auman Design Bureau berhasil masuk lima besar finalis. Selanjutnya mereka mengikuti proses inkubasi selama sekitar empat pekan dengan pendampingan ADGI untuk menyempurnakan konsep desain.
Dalam proses tersebut, konsep awal yang diajukan mendapat banyak masukan karena dinilai terlalu kompleks dan memuat terlalu banyak simbol. Kritik itu menjadi bahan evaluasi bagi tim untuk merancang ulang logo dengan pendekatan yang lebih sederhana, namun tetap sarat makna.
Hasilnya adalah desain yang menggabungkan angka 8 dan 1 sebagai identitas visual HUT ke-81 RI. Konsep tersebut mengangkat filosofi persatuan yang terinspirasi dari pemikiran Presiden pertama RI, Soekarno, mengenai kesamaan nasib, semangat hidup bersama, dan kecintaan terhadap tanah air. Nilai-nilai tersebut selaras dengan tema HUT ke-81 RI, yakni "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur."
Dalam pemungutan suara publik yang berlangsung pada 24 hingga 28 Juni 2026, karya Auman Design Bureau memperoleh 30.699 suara dari total 68.569 suara atau sekitar 44,77 persen. Hasil tersebut mengantarkan Fajar dan tim menjadi pemenang serta menerima hadiah Rp100 juta dan penghargaan dari Presiden Prabowo Subianto.
Fajar menjelaskan, garis yang saling bersilangan pada angka 8 melambangkan kolaborasi dan gotong royong, sedangkan bentuk pada angka 1 dibuat agar logo lebih mudah dikenali sekaligus memberi ruang interpretasi bagi berbagai budaya di Indonesia.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh anggota tim, sekaligus menjadi pesan bahwa kualitas karya tidak ditentukan oleh lokasi. Ia berharap semakin banyak pemerintah daerah melibatkan desainer lokal dalam berbagai proyek kreatif agar ekosistem industri kreatif nasional terus berkembang dan talenta dari berbagai daerah memperoleh kesempatan yang sama untuk berkarya.