CIKARANG, ARAHBEKASI.COM – Mobilitas warga dan pekerja di Kabupaten Bekasi diprediksi akan semakin mudah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi tengah memberikan dukungan penuh terhadap rencana pengembangan layanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jabodetabek yang akan menghubungkan Jakarta langsung menuju Cikarang.
Langkah ini dinilai sangat mendesak mengingat status Kabupaten Bekasi sebagai pemilik kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara dengan jutaan pergerakan pekerja setiap harinya.
Solusi Tekan Kemacetan dan Kendaraan Pribadi
Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Ida Farida, mengungkapkan bahwa kehadiran BRT Trans Jabodetabek merupakan solusi strategis untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi. Saat ini, beban jalan tol dan arteri sudah sangat berat akibat tingginya volume kendaraan roda dua dan roda empat.
"Kebutuhan BRT Trans Jabodetabek rute Jakarta-Cikarang sudah sangat mendesak. Kehadiran transportasi publik yang nyaman dan aman adalah kunci agar kemacetan bisa berkurang dan mobilitas masyarakat lebih efisien," ujar Ida Farida di Cikarang, Rabu (10/09/2025).
Saat ini, Kabupaten Bekasi baru memiliki satu rute layanan pengumpan (feeder) yaitu Trans Wibawa Mukti yang melayani rute Stasiun LRT Jatimulya hingga Stasiun Cikarang.
Kolaborasi Strategis di Wilayah Aglomerasi
Realisasi rute Jakarta-Cikarang ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat (Kemenhub RI), Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemkab Bekasi, serta pihak swasta yakni PT Jababeka Infrastruktur.
Direktur Utama PT Jababeka Infrastruktur, Didik Purbadi, menyatakan apresiasinya terhadap kolaborasi ini. Menurutnya, layanan BRT ini nantinya akan melintasi kawasan Kota Jababeka, yang sangat dibutuhkan oleh para pekerja.
"Ini adalah bentuk keberpihakan negara kepada warga. Dengan layanan yang lebih nyaman, aman, dan terjangkau, produktivitas serta kualitas hidup masyarakat akan meningkat. Selain itu, ini langkah nyata menekan efek gas rumah kaca dan menghemat bahan bakar," jelas Didik.
Dukungan Teknis dan Perencanaan
Pemkab Bekasi menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi kebutuhan teknis dan sinkronisasi program agar rute ini segera beroperasi. Koordinasi intensif juga terus dilakukan dengan Ditjen Integrasi Transportasi dan Multimoda Kemenhub RI guna memastikan rute ini terintegrasi dengan moda transportasi lainnya di Jabodetabek.
Dengan hadirnya BRT Trans Jabodetabek rute Jakarta-Cikarang, warga Bekasi diharapkan mulai beralih ke transportasi umum, menjadikan perjalanan harian lebih hemat waktu dan bebas stres dari kemacetan.
Sumber: Antara / Humas Kabupaten Bekasi