CIKARANG, ARAHBEKASI.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi kembali memasang target tinggi untuk sektor investasi pada tahun 2026. Tidak tanggung-tanggung, nilai investasi sebesar Rp73,27 triliun dibidik guna memperkuat dominasi wilayah ini sebagai pusat industri terbesar di Indonesia.
Target yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini mengalami kenaikan sebesar Rp725 miliar dibandingkan target tahun sebelumnya yang berada di angka Rp72,55 triliun.
'Bekasi One Stop Service': Senjata Baru Pangkas Birokrasi
Untuk merealisasikan target jumbo tersebut, Pemkab Bekasi melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) resmi meluncurkan aplikasi digital "Bekasi One Stop Service" (BOSS) pada Senin (12/1/2026).
Plt. Kepala DPMPTSP Kabupaten Bekasi, Juanda Rahmat, menyatakan bahwa sistem ini dirancang untuk memangkas birokrasi dan memberikan kepastian hukum bagi para investor.
"Kami fokus pada pelayanan terpadu. Melalui sistem BOSS yang bisa diakses di boss.bekasikab.go.id, seluruh proses perizinan kini terdigitalisasi, transparan, dan memiliki standar waktu yang terukur," ujar Juanda di Cikarang, Rabu (14/1).
Sistem ini mengintegrasikan 19 perangkat daerah dan dilengkapi dengan early warning system untuk memastikan dokumen perizinan selesai tepat waktu, mulai dari proses tujuh hari kerja hingga persetujuan lingkungan.
Bekasi Masih Jadi Primadona Investasi
Optimisme Pemkab Bekasi didasarkan pada rekam jejak yang solid. Hingga triwulan ketiga tahun 2025, realisasi investasi di Kabupaten Bekasi telah menembus Rp61,79 triliun. Angka ini menempatkan Bekasi di urutan pertama se-Jawa Barat, jauh mengungguli Kabupaten Karawang (Rp46,96 triliun) dan Kabupaten Bogor (Rp25,89 triliun).
"Kami masih menjadi primadona bagi investor. Saat ini capaian total tahun 2025 sedang dalam penghitungan akhir oleh Kementerian Investasi/BKPM dan akan diumumkan akhir Januari ini," tambah Juanda.
Dukungan Legislatif untuk Lapangan Kerja
Upaya digitalisasi perizinan ini mendapat dukungan penuh dari Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Ade Sukron Hanas. Ia berharap implementasi aplikasi BOSS tidak hanya sekadar mempermudah investor, tetapi memberikan dampak sosial yang nyata.
"Investasi yang tumbuh harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi warga Bekasi. Dengan pelayanan yang maksimal, kita harap kesejahteraan masyarakat juga ikut meningkat," tegas Ade Sukron.
Dengan perpaduan antara masuknya delegasi investor mancanegara (seperti calon investor Tiongkok) dan kemudahan sistem digital, Kabupaten Bekasi optimistis tetap menjadi motor penggerak ekonomi nasional di tahun 2026.
Sumber: Neraca / Antara