Danantara Hadirkan PSEL Berstandar Uni Eropa untuk Tangani Sampah Kota Bekasi

KOTA BEKASI – Danantara Indonesia mulai membangun fasilitas Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Bekasi dengan teknologi pengolahan dan pengendalian emisi yang mengacu pada standar lingkungan Uni Eropa. Pembangunan fasilitas tersebut diresmikan di Ciketing Udik, Kecamatan Bantar Gebang, Rabu (26/8/2026). Proyek dikembangkan melalui PT Danantara Investment Management (DIM) bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera). PSEL Bekasi akan menggunakan teknologi moving grate incinerator yang dilengkapi Air Pollution Control System. Teknologi itu dipilih karena dinilai sesuai dengan karakteristik sampah Indonesia serta mampu mengurangi volume sampah dalam jumlah besar dan waktu relatif cepat. Sistem pengendalian emisinya dirancang mengikuti European Union Industrial Emissions Directive yang menjadi salah satu acuan ketat dalam pengelolaan dampak lingkungan fasilitas industri. Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengatakan pembangunan PSEL merupakan langkah konkret dalam menjawab kondisi darurat sampah, khususnya di Kota Bekasi. Proyek tersebut diharapkan menghadirkan manfaat lingkungan sekaligus menghasilkan energi dan nilai ekonomi. “PSEL Kota Bekasi juga diharapkan dapat menciptakan nilai lingkungan, energi, dan ekonomi bagi masyarakat sekitar,” kata Pandu. Danantara memproyeksikan fasilitas ini dapat mengolah hingga 1.500 ton sampah per hari, menyediakan energi bersih bagi puluhan ribu rumah tangga, serta menciptakan hampir 1.000 lapangan kerja hijau. PSEL Bekasi ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2028. Pemenuhan standar lingkungan diperkuat dengan terbitnya dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Kementerian Lingkungan Hidup menyerahkan AMDAL kepada Bekasi Environment Nusantara selaku badan usaha pengembang dan pengelola proyek pada 24 Agustus 2026. Menurut Danantara, dokumen tersebut disusun melalui kajian menyeluruh terhadap potensi dampak yang dapat muncul selama pembangunan maupun pengoperasian fasilitas. PSEL Bekasi juga akan bersinergi dengan pengolahan sampah berbasis pirolisis yang dijalankan secara terpisah oleh TNI Angkatan Darat. Teknologi pirolisis diarahkan untuk mengolah timbunan sampah lama menjadi energi terbarukan berupa bahan bakar minyak. Kombinasi kedua teknologi tersebut diharapkan dapat menangani sampah baru sekaligus mengurangi timbunan lama yang selama ini membebani kawasan pembuangan akhir Kota Bekasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top Search